Sungguh, anak adalah sesuatu yang tidak ternilai harganya. Maka, setiap manusia normal yang sudah memiliki pasangan hidup sudah pasti mendambakan kelahiran seorang bayi. Karena hanya dengan kelahiran bayi inilah, suasana ruma akan menjadi lebih berwarna, akan menjadi lebih hangat dan tentu akan menjadi semakin menambah kemesraan sebuah rumah tangga.
Cara menyambut kelahiran bayi dalam islam sudah ditentukan berdasarkan hadists-hadits yang difahami oleh para ulama. Yang paling umum adalah dengan mengadzani telinga kanan bayi dan iqomah pada telinga bagian kiri. Cara ini, berdasarkan pada teks hadits :
عن عبيد الله بن أبى رافع عن أبيه قال رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم أذن فى أذن الحسن بن علي حين ولدته فاطمة بالصلاة (سنن أبي داود رقم 444)
Dari Ubaidillah bin Abi Rafi’ r.a Dari ayahnya, ia berkata: aku melihat
Rasulullah saw mengumandangkan adzan di telinga Husain bin Ali ketika
Siti Fatimah melahirkannya (yakni) dengan adzan shalat. (Sunan Abu
Dawud: 444)
Begitu pula keterangan yang terdapat dalam Majmu’ fatawi wa Rasail
halaman 112. Di sana diterangkan bahwa: “yang pertama mengumandangkan
adzan di telinga kanan anak yang baru lahir, lalu membacakan iqamah di
telinga kiri. Ulama telah menetapkan bahwa perbuatan ini tergolong
sunnah. Mereka telah mengamalkan hal tersebut tanpa seorangpun
mengingkarinya. Perbuatan ini ada relevansi, untuk mengusir syaithan
dari anak yang baru lahir tersebut. Karena syaitan akan lari
terbirit-birit ketika mereka mendengar adzan sebagaimana ada keterangan
di dalam hadits. (Sumber; Fiqih Galak Gampil 2010)
Teks hadit beserta penjelasa di atas saya kutip dari situs resmi NU, yang saya yakini akan keilmuan dari para penulis di dalamnya. Kemudian, saya juga ingin mengutip kaifiyat atau tata cara menyambut bayi baru lahir yang ada di situs resmi Pondok Pesantren Almunawwar (http://www.almunawwar.or.id).
Disini ada panduan yang sangat lengkap bagaimana cara menyambut bayi baru lahir secara Islam. Tidak hanya adzan dan iqomah tapi juga ada rangkaian doa dan pembacaan ayat-ayat suci Al-quran.
Rangkaian dzikir dan doa tersebut telah dirangkum oleh Sayyid Muhammad bin ‘Ali al-Tarimi dalam al-Wasail al-Syafi’ah fi al-Adzkar al-Nafi’ah wa al-Aurad al-Jami’ah (Beirut: Dar al-Ihya al-‘Ilm, 2000), hal. 269, sebagai berikut :
1. Membaca adzan pada telinga bayi sebelah kanan
2. Membaca iqamah pada telinga bayi sebelah kiri
3. Membaca doa berikut pada telinga bayi sebelah kanan:
اللهم اجْعَلْهُ بَارًّا تَقِيًّا رَشِيْدًا وَأَنْبِتْهُ فِي الْإِسْلَامِ نَبَاتًا حَسَنًا
Allâhummaj’alhu bârran taqiyyan rasyîdan wa-anbit-hu fil islâmi nabâtan hasanan “Ya Allah, jadikanlah ia (bayi) orang yang baik, bertakwa, dan cerdas. Tumbuhkanlah ia dalam islam dengan pertumbuhan yang baik.”
4. Membaca surat al-Ikhlâsh pada telinga bayi sebelah kanan
5. Membaca surat al-Qadr pada telinga bayi sebelah kanan
6. Membaca ayat Q.S. Ali Imran (3: 36) pada telinga bayi sebelah kanan
وَإِنّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Wa innî u’îdzu bika wadzurriyyatahâ minasysyaithânir rajîm “Aku memohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari pada setan yang terkutuk.”
7. Membaca doa berikut pada telinga bayi sebelah kanan:
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَآمَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَآمَّةٍ
A’ûdzu bikalimatiLlâhi at-tâmmati min kulli syaithânin wa hâmmatin wamin kulli ‘ainin lâmmatin “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah dari segala setan, kesusahan, dan pandangan yang jahat.”
Bacalah Doa Ini Saat Menjenguk Bayi yang Baru Lahir
بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ لَكَ وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ وَبَلَغَ أَشُدَّهُ وَرُزِقْتَ بِرَّهُ
Bârakallâhu laka fil mauhûbi laka wasyakarta al-wâhiba wa balagha asyuddahu wa ruziqta birrahu “Keberkahan bagimu atas apa yang telah dianugerahkan padamu. Kau bersyukur pada Sang Pemberi, telah sampai pada kesenangan dari-Nya, dan (semoga) diberikan rizki atas kebaikan-Nya”
Sementara itu, pihak yang dijenguk dianjurkan membaca doa berikut ini:
بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَزَاكَ اللهُ خَيْرًا وَرَزَقَكَ اللهُ مِثْلَهُ أَوْ أَجْزَلَ اللهُ ثَوَابَكَ
Bârakallâhu laka wa bâraka ‘alaika wa jazâkallâhu khairan wa razaqakallâhu mitslahu au ajzalallâhu tsawâbaka “Semoga engkau diberkahi Allah, semoga keberkahan Allah tercurah atas dirimu, semoga Allah membalas kebaikan bagimu, semoga Allah memberikan rizqi yang sama padamu atau Allah menyegerakan pahala bagimu”.
Panduan adzan dan doa bayi baru lahir merupakan bagian dari ikhtiyar kita agar anak tersebut bisa tumbuh dengan sehat dan memiliki akhlak yang baik.
Dengan diperdengarkannya kalimat-kalimat toyibah, ayat-ayat suci dan doa-doa terbaik kepada bayi yang baru lahir, maka bayi yang masih suci tersebut dibiasakan dengan lingkungan religius. Apalagi kalau bayi dianalogikan sebagai kertas putih yang masih polos bersih, maka coretan pertama yang ditulis pada kertas tersebut adalah kebaikan-kebaikan yang bersifat ilahiyah.
Dengan demikian, bayi diharapkan akan tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara jasmani dan rohani. Menjadi pribadi yang selalu dekat dengan Alloh SWT. Aamiin...